banner 728x250

Ciptakan Rasa Aman Pengguna Internet, Kominfo Minta Jajarannya Siap Siaga

  • Bagikan
Dedy Permadi, juru bicara Kementerian Kominfo (istimewa)
banner 468x60

JAKARTA – Guna memberikan rasa aman bagi para pengguna internet di Indonesia dari persebaran negatif konten media, mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan arahan agar seluruh jajaran selalu siap siaga menjaga masyarakat di ruang digital dengan menangkal persebaran konten negatif di internet.

“Secara khusus, Kementerian Kominfo telah menangani sebanyak 723 isu hoaks terkait COVI-19 untuk mendukung upaya pemulihan nasional dari pandemi COVID-19,” kata Dedy Permadi, juru bicara Kementerian Kominfo, Jumat (31/12).

banner 336x280

Di tahun 2022 mendatang, ujar Dedy, Kementerian Kominfo akan meningkatkan penjagaan ruang digital melalui pemutakhiran sistem moderasi konten.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Kominfo, saat ini jajaran terkait Kementerian Kominfo sedang mengembangkan teknologi Tata Kelola Pengendalian Penyelenggara Sistem Elektronik (TKPPSE) yang akan mulai beroperasi penuh pada tahun 2022,” terang dia.

Seiring dengan semakin masifnya aktivitas ruang siber tentu menjadi tantangan bagi Kementerian Kominfo untuk menjaga kondusivitas ruang digital yang positif.

Strategi berupa percepatan peningkatan literasi digital masyarakat dan pemutakhiran teknologi moderasi konten pun terus dilakukan. Kementerian Kominfo juga mendukung secara penuh para aparat penegak hukum dalam memproses pelaku pelanggar hukum di ruang digital.

Dijelaskan, sepanjang tahun 2021, Kementerian Kominfo telah melakukan pemutusan akses terhadap 565.449 konten negatif dan melakukan penerbitan klarifikasi terhadap informasi yang tidak tepat (hoax debunking) 1.773 isu hoaks/disinformasi.

Tidak hanya itu, Kementerian Kominfo juga, kata dia, telah melakukan penanganan terhadap dugaan kegagalan pelindungan data pribadi.

“Secara khusus, dapat disampaikan bahwa Kementerian Kominfo juga telah menangani total 43 kasus dugaan kegagalan pelindungan data pribadi,” ujar Dedy.

Ia lebih lanjut mengungkapkan, sampai saat ini sebanyak 19 insiden telah selesai dilakukan penelusuran dimana para penyelenggara sistem elektronik yang melanggar prinsip pelindungan data pribadi telah diberikan sanksi administratif ataupun rekomendasi perbaikan sistem. Kementerian Kominfo kini masih memproses 24 insiden pelidungan data pribadi lainnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan