banner 728x250

Langkah Dirjen Imigrasi Persulit Perpanjangan Izin Tinggal Warga Asal Panama Tuai Kecaman

  • Bagikan
Koordinator JMPA sekaligus Ketua Umum PWIT, Freni Lutruntuhluy
banner 468x60

JAKARTA – Massa aksi yang tergabung dalam aliansi pencari keadilan mengecam Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi Indonesia yang dianggap sengaja mempersulit proses pergantian sponsor untuk perpanjangan izin tinggal Roshni Lachiram Parvani Sadhwani, seorang warga Panama.

Ibu dua anak itu terpaksa mengganti sponsor untuk mengurus kembali Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) di Indonesia karena KITAP sebelumnya telah habis masa berlaku.

banner 336x280

Namun, di tengah upaya memperpanjang KITAP tersebut, dirinya menemui sejumlah hambatan, baik dari mantan suami, Prithvi Suresh Vaswani maupun dari oknum petugas Imigrasi.

“Jadi ibu Roshni ini mengalami sejumlah kendala sejak awal mengurus perpanjangan KITAP. Sebelum akhirnya habis masa berlaku, beliau meminta kepada suaminya untuk memperpanjang KITAP tersebut. Sayangnya, sang suami (Prithvi) tidak kunjung memperpanjang hingga keduanya pun bercerai (Prithvi yang menggugat cerai Roshni) pada 2019 lalu,” ungkap Koordinator Jaringan Media Peduli Anak (JMPA) Indonesia, Freni Lutruntuhluy yang juga ikut menyuarakan kasus yang menimpa Roshni, di Jakarta, Senin (20/12).

Dikatakan Freni, setelah keduanya cerai Roshni berusaha meminta kepada mantan suami agar menyerahkan dokumen KITAP, mengingat masa berlakunya yang sudah mulai habis dan harus segera diperpanjang.

“Sayangnya, sang suami (Prithvi) tidak pernah menyerahkan dokumen fisik KITAP tersebut hingga status izin tinggal ibu Roshni habis masa berlakunya. Sedangkan untuk mengurus perpanjangan KITAP selain perlu dokumen KITAP sebelumnya, juga harus ada pengakuan Sponsor (penjamin izin tinggal). Sedangkan, sudah tidak mungkin lagi ibu Roshni menggunakan Sponsor lama, mengingat berbagai situasi yang tidak lagi memungkinkan,” paparnya.

Sebagai jalan keluar, Roshni harus mengganti Sponsor lama ke Sponsor baru. Apakah itu dari lembaga terkait, ataupun dari orang tua kandungnya (Ibunda Roshni) yang notabene warga Indonesia. Dari pihak kuasa hukum Roshni bersedia untuk menjadi Sponsor KITAP Roshni, namun masalah lain muncul.

“Problem berikutnya muncul, yakni untuk mengganti Sponsor baru syaratnya ibu Roshni harus kembali dulu ke negara asalnya baru bisa mengurus kembali pergantian KITAP dan Sponsornya yang baru. Namun, kendala yang dialami adalah dari pihak Imigrasi, yang terus mencoba menghambatnya karena mereka tidak menginginkan kedua anaknya, Akash Prithvi Vaswani Parvani (11) dan Prisha Prithvi Vaswani (3) ikut bersama dengannya,” tutur Freni.

Bahkan, lanjut Freni, Roshni terus dikejar pihak Imigrasi karena dianggap telah habis masa berlaku KITAP-nya.

Namun, keanehan lain juga membayangi perburuan petugas Imigrasi kepada Roshni. Di mana Roshni mengaku sempat dikasih pilihan untuk mempermudah proses pengurusan KITAP barunya.

“Beliau (Roshni) mengaku diberi pilihan menyerahkan kedua anaknya yang kini di bawah asuhannya kepada Prithvi. Dengan begitu, proses izin tinggalnya dipermudah. Atau, jika tidak ibu Roshni dipersilakan kembali ke negara asal, sebagai syarat pergantian Sponsor baru untuk pembuatan KITAP baru, tapi anak-anak harus diserahkan ke pihak Prithvi,” beber Freni.

Karena Roshni sendiri tidak sudi membiarkan kedua anak kesayangan jatuh ke tangan pengasuh yang salah, dalam hal ini pihak Prithvi, maka ia pun tetap berharap agar dimudahkan dalam proses pengurusan KITAP baru ini.

“Ibu Roshni berharap, termasuk kepada pak presiden, agar dapat memberikan perlindungan hukum tanpa harus mengintervensi hukum yang ada. Sebab, ibu Roshni hanya ingin dirinya tidak dipisahkan dari anak-anak yang ia cintai,” pungkasnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan