banner 728x250

Ada Apa, Menkumham Yasonna Laoly  Dituntut Mundur?

  • Bagikan
Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa saat melakukan orasi menuntut KPK usut dugaan Gratifikasi di Dirjen Imigrasi. (foto-tim)
banner 468x60

Jakarta, nusantara3.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly didesak sejumlah elemen untuk mundur dari jabatannya, jika tidak mampu memberi perlindungan hukum bagi Roshni Roshni Lachiram Parvani Sadhwani salah seorang ibu dua anak asal negara Panama yang saat ini masih mengharapkan adanya perlindungan hukum di Indonesia.

“Kami minta dengan hormat kepada Pak Menkumham untuk mundur jika tidak bisa memberi perlindungan hukum bagi seorang perempuan dan anak. Kami tidak melihat Roshni karena dia warga negara Panama, tetapi disini soal kemanusiaan apalagi soal perempuan dan anak yang masih dibawah umur. Jangan karena masa tinggalnya di Indonesia habis, lantas ingin memaksa melakukan Deportasi untuk Roshni. Ini soal kemanusiaan dan semua negara-negara menghargai soal Hak Asasi Manusia”, ungkap Nesta, salah satu orator saat berorasi di depan Kantor Kementerian Hukum dan HAM RI pada senin (20/12).

banner 336x280
Masa Aksi Pendukung Roshni Menuntut Menteri Hukum dan HAM RI Mundur dari Jabatan. (aksi di depan Kementerian Hukum dan HAM 20 desember 2021)

Nesta dalam orasinya juga menegaskan, mestinya pihak Imigrasi mengedepankan soal kemanusiaan dalam hal ini, karena Roshni dan suaminya berseteru dalam hukum dan sangat tidak mungkin pihak suami melakukan perpanjangan KITAP Roshni, sehingga Imigrasi harus bisa memberi perlindungan salah satunya dengan memperpanjang KITAP Roshni dengan Sponsornya kepada ibu kandungnya yang notabene adalah Warga Negara Indonesia.

Gabriel Goa, selaku ketua Dewan Pembina Padma Indonesia saat melakukan audiensi Bersama Pihak Menkumham RI mengatakan, Indonesia harus bisa melindungi Roshni, karena di Panama, banyak tenaga kerja Indonesia yang mendapat perlindungan oleh negara Panama sendiri. Selain itu juga, Indonesia harus bisa menjaga nama baik sebagai bangsa yang besar, bangsa yang menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan dan anak.

“Kami minta dengan sangat Hormat ya, bapak tolong sampaikan kepada atasan dan pak Menteri bahwa kami tidak main-main dengan masalah ini. Ini soal nama baik Indonesia dimata dunia Internasional. Kami menduga, karena pengacara dari mantan suami Roshni Pak Pritvi, ini adalah bekas Menteri disini, jangan Sampai melakukan intervensi dalam kasus ini. Jika itu terjadi, maka kami siap berhadapan dengan pengacara dari suaminya”, tegas Gabriel Goa saat beraudiensi itu.

Gabriel saat itu juga menegaskan, bahwa kasus Roshni ini banyak sekali terjadi kejanggalan hukum dan politik hukum terjadi dalam kasus ini. Ia mencontohkan, mengapa pihak penegak hukum terlalu mengabaikan laporan-laporan kekerasan dalam rumah tangga yang sudah di sampaikan Pengacara Roshni saat masih dalam proses sidang di Pengadilan maupun laporannya ke pihak kepolisian yang terkesan di bolak balik antara polisi dan Jaksa.

Ia juga mengingatkan pihak Menkumham bahwa kasus Roshni ini telah beredar sampai ke dunia internasional. Di Indonesia sendiri, sejumlah elemen mahasiswa dan para intelektual di organisasi pergerakan telah maruh perhatian serius dalam kasus Roshni, sehingga pihak Menkumham maupun Kejaksaan tinggi DKI Jakarta segera merespon kasus ini cepat dan memberi perlindungan hukum bagi Roshni.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan