Masyarakat Desa Koa Tutup Akses Masuk ke Hutan Kawasan Kemasyarakatan, Ini Penyebabnya

Koa, Nusantara3.Com | Pemerintah Desa, Pemangku Adat, Kapospol dan Masyarakat Desa Koa Kecamatan Mollo Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan gotong royong menutup beberapa akses masuk menuju Hutan Kawasan Kemasyarakatan, Jumat (22/01/2021) Pagi.

“Kami Hari ini bersama Pemangku Adat, Kapospol, dan seluruh Masyarakat Desa Koa melakukan gotong royong untuk menutup beberapa akses masuk ke dalam Hutan Kawasan kemasyarakatan,” Kata Yustus Bani, Kepala Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat.

Yustus menjelaskan, gotong royong menutup akses masuk ke dalam hutan bertujuan untuk melindungi segala jenis hasil hutan yang ada di dalam Hutan Kawasan Kemasyarakatan seperti rusa, babi hutan, ayam hutan bahkan ternak masyarakat dari kelompok-kelompok pemburu yang menggunakan mobil dan senjata api.

“Jadi kita tutup beberapa akses masuk ini tujuannya untuk lindungi hasil-hasil hutan yang ada di dalam dari kelompok-kelompok pemburu yang sering masuk dan berburu pakai mobil dan senjata api yang sering meresahkan masyarakat Desa Koa,” Jelas Yustus.

Pemerintah, Tokoh Adat, dan Masyarakat sedang melakukan gotong royong menutup akses masuk ke hutan

Ditempat yang sama, Mardan Tasekeb yang merupakan salah seorang pemangku adat di Desa Koa menyampaikan bahwa tujuan menutup akses masuk ke hutan selain melindungi hewan-hewan, juga melindungi beberapa tempat sakral yang sering digunakan untuk ritual-ritual adat oleh pemangku adat dan masyarakat Desa koa.

“Tujuan kami pagar atau tutup pintu masuk ke hutan ini selain lindungi satwa yang ada dari perburuan liar, juga melindungi beberapa tempat sakral yang biasanya kami pakai untuk ritual-ritual adat. Contohnya kalau musim panen lebah kami ritual di tempat-tempat sakral yang ada,” Jelas Mardan.

Kapospol Kecamatan Mollo Barat, Daniel Banamtuan yang hadir saat itu bersama seorang anggotanya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan gotong royong yang dilakukan bersama.

“Kegiatan menutup akses masuk ke kawasan hutan sangat diperlukan untuk melindungi hutan dan semua isinya dari perburuan liar yang sering terjadi dan kami sangat mendukung dan mengapresiasi niat baik dari Pemerintah Desa, Pemangku Adat serta seluruh masyarakat Desa Koa,” Jelas Dani.

Thimotius Benu salah seorang masyarakat kepada wartawan membenarkan sering terjadi perburuan hewan di Hutan Kawasan Kemasyarakatan di Desa Koa oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab menggunakan mobil dan senjata api.

Berdasarkan pantauan langsung media ini, Pemerintah Desa, Pemangku Adat, Kapospol dan seluruh masyarakat yang hadir menyepakati untuk secepatnya akan merumuskan sebuah Peraturan Desa untuk melindungi hutan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan akan ada sanksi tegas yang diberikan kepada siapa pun yang melanggar peraturan yang akan ditetapkan.

Melalui media ini, Masyarakat juga mengharapkan ada tindakan dan perhatian dari instansi terkait baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Provinsi. (TIM/SB)

Tinggalkan Balasan