Ini Sikap Mahasiswa Papua Malut Soal Gerakan Kelompok Separatis

Ternate, Nusantara3.com – Sikap tegas mahasiswa dan Pemuda Papua yang berstudi di Maluku Utara patut diapresiasi terkait beredarnya bermacam-macam isu yang menyesatkan rakyat terkait ancaman disintegrasi dan isu Papua. Mahasiswa berharap TNI-Polri harus bersikap tegas dengan situasi yang terjadi akhir-akhir ini.

Kepedulian dari Forum Mahasiswa Papua Maluku Utara yang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor RRI kota Ternate sekitar pukul 11.00 WIT menjawab problem Papua mendapat atensi potsitif dari berbagai kalangan. Aksi ini sebagai bentuk kecaman dan perlawanan bagi kelompok separatis Papua yang selalu menebar ancaman terhadap masyarakat.

Mahasiswa Papua bersama element daerah di daerah itu mendesak TNI-Polri secara tegas menindak siapapun yang menggangu kedaulatan Negara, termasuk kelompok mahasiswa di Maluku Utara yang sering melakukan aksi Referendum Papua dan menolak Otsus Papua Jilid II dilanjutkan.

Pantauan media ini, aksi itu dihadiri sekitar 40 Mahasiswa Papua menggunakan mobil Komando sambil menyampaikan aspirasinya pada hari senin, (28/12)

Maryo Batali  selaku Sekjen Ikatan Mahasiswa Papua Maluku Utara mengatakan bahwa aksi hari ini merupakan tanggung jawab sebagai kaum muda.

“Saya selaku anak Papua merasa bahwa Papua saat ini sudah damai jadi tidak seharusnya diganggu dengan isu separatis dan gerakan yang mencederai UUD 1995 serta Pancasila. Kami merasa sedih jika ada orang yang memanfaatkan kami orang Papua dengan isu yang tidak benar sehingga kami mendesak pihak penegak hukum agar membubarkan kelompok yang memanfaatkan Papua dan mengancam persaudaraan di papua”, tegasnya.

Ditegaskan, “Untuk itulah saya mewakili jajaran pengurus Ikatan Mahasiswa Papua dan masyarakat Papua tetap berkomitmen dan mendorong pemerintah agar cepat melakukan percepatan pembangunan kawasan timur hususnya juga di Papua”, tegasnya.

Selain itu Wahono Side selaku sekretaris Seopmi Haltim maluku utara mengatakan “Kami adalah bagian dari saudara kami yang ada di Papua, baik yang di Papua dan yang ada di Maluku Utara. Kami berharap agar tetap bersama menjaga hubungan perdaudaraan tetap terjaga, sehingga mampu melawan isu separatis yang dapat merongrong kesatuan NKRI. Kita suda sama-sama berkaca dari tragedi  di tahun tahun sebelumnya yang mana ada kelompok yang sengaja mempermainkan bangsa ini dengan isu yang tidak bertanggung jawab dan bertentangan dengan dasar negara kita, sehingga hari ini kami merasa perlu dan penting untuk meneriakan hal ini sebagai bentuk menegakan kedaulatan negara serta mendorong pemerintah pusat dan daerah agar menuntaskan masaalah ekonomi dan pembangunan di wilayah timur indonesia. Ungkapnya

Senada dengan itu, disampaikan Anton Manyila salah satu ketua Formal Maluku Utara mengatakan, gerakan separatis terhadap apapun harus di tolak di indonesia karena dapat memecah bela bangsa dan mengganggu kedaulatan negara, sehingga perlu di tolak dan bubarkan oleh penegak hukum.

“Kami saat ini menginginkan pembangunan yang maksimal dan merata di kawasan timur bukan lagi soal kemerdekaan kelompok manapun karena bagi kami kita hanya perlu merdeka dalam konteks pembangunan dan ekonomi sehinhga akan tercapai keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat Indonesia, termasuk Papua”. (TIM)

Tinggalkan Balasan