Pemerintah Jangan Takut Bubarkan FPI

Kupang, Nusantara3.Com | Gelombang penolakan kehadiran Front Pembela Islam dan Habib Rizieq Shihab di Indonesia kembali terjadi di Nusa Tenggara Timur. Setelah tanggal (24/11) Ormas Brigade Meo mendatangi Mapolda NTT, dan tgl (25/11) giliran kumpulan ormas yang menamakan dirinya Aliansi Timor Bersatu mendatangi Mapolda NTT untuk melakukan aksi damai dan menyatakan pernyataan sikap.

Aliansi ormas yang terdiri dari empat ormas ini (Laskar Timor Indonesia, Garuda Kupang, Brigade Tim 11, dan Ultras Victory) menuntut pemerintah secara tegas membubarkan FPI dan menolak kehadiran Rizieq Shihab di Indonesia.

Dalam orasi yang disampaikan oleh petinggi Ultras Victory, Vecky Tasesab mengatakan Polri jangan takut dengan FPI, bahkan Vecky menentang Rizieq Shihab. “Hai kamu Ustatd HRS, kami NTT tidak takut sama kamu, kamu jangan sok hebat, kamu jangan sok benar, kamu jangan sok suci, kami tidak takut, kalau diijinkan (oleh Polri), kami akan berhadapan dengan kamu” lanjut Vecky “kami anak NTT tidak pernah takut karena kami jago di luar, ingat itu Habib Rizieq”, Kata Vecky.

Berikut poin pernyataan sikap Aliansi Timor Bersatu yang dibaca oleh Ketua Laskar Timor Indonesia Pdt. Ady Ndiy :

1. Mendukung penuh Panglima TNI dan Panglima Kodam Jaya beserta Polri atas tindakan tegasnya membersihkan ibukota Jakarta dari baliho Rizieq Shihab.
2. Menuntut pemerintah agar dengan tegas dan berani membubarkan FPI serta menyatakan sebagai Ormas terlerang sama seperti HTI dan PKI, karena FPI selalu melawan hukum dan meresahkan masyarakat.
3. Mendesak dan mendukung Polri agar segera dan berani menangkap serta memproses hukum Rizieq Shihab ataa berbagai kasus yang sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian.
4. Meminta Polri tidak boleh takut menghadapi Rizieq Shihab dan pengikutnya dan tidak boleh berhenti menegakkan hukum di negara ini.
5. Meminta Polri menangkap dan meminta pertanggungjawaban Rizieq Shihab dan Petinggi FPI atas kerusakan fasilitas publik di Bandara SOETA yang dilakukan oleh massa FPI saat penjemputan HRS.
6. Memberikan peringatan keras kepada Rizieq Shihab dan pengikutnya agar tutup mulut kotoenya dan stop dengan ujaran kebencian serta provokai, karena kalau tidak, kami akan hajar.
7. Mendukung aksi di berbagai tempat yang menolak kehadiran Rizieq Shihab dan bubarkan FPI di Indonesia.

Dalam aksi damai yang berlangsung selama skitar satu jam ini, masing-masing ormas diberikan kesempatan untuk.menyampaikan orasinya.

Pantauan Nusantara3, aksi damai berjalan tertib dan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah.(Ape)

Tinggalkan Balasan