Hari Ini, Menguat Lagi Desakan Lanjutkan Otsus Papua Jilid II

Saling tarik-menarik kepentingan soal otonomi khusus di Papua menjadikan para mahasiswa dan aktivis tidak tinggal diam. Mereka menilai kepentingan di daerah antar kelompok dan elit mengesampingkan kepentingan mahasiswa yang berharap biaya pendidikan dengan dana otsus tersebut. Untuk kesekian kalinya, kemendagri pusing dengan melihat hadirnya para aktivis dan mahsiswa yang tidak bosan-boson terus menekan pemerintah pusat.

JAKARTA, MEDIATIMOR.COM – Komite Mahasiswa dan Pemuda Papua Indonesia bersama Pemuda Pancasila menggelar aksi unjuk rasa di depan Kemendagri pada Jum’at (27/11/), untuk memberikan dukungan Otsus Papua Jilid II dilanjutkan.

Dalam aksi tersebut terlihat ada perwakilan Mahasiswa Papua Yogyakarta, Mahasiswa Papua Surabaya, Jawa Tengah, Malang, perwakilan Mahasiswa Papua di kota-kota studi ini rela datang ke Jakarta untuk mengikuti aksi tersebut karena Otsus Papua Jilid II dipandang penting untuk masa depan pendidikan untuk generasi Papua.

“Kami rela datang dari luar kota sampe ke Jakarta dengan tekat dan komitmen dukung Otsus Papua Jilid II dilanjutkan”. Ujar Marten salah satu Mahasiswa saat diwawancarai awak media.

Menurut mereka, Undang undang No 21 tahun 2021 Tentang Otonomi khusus Bagi Rakyat Papua adalah jawaban atas Pembangunan di Tanah Papua. Peran semua pihak dalam perbaikan kesejakteran kemakmuran rakyat Papua sangat diperlukan sekarang ini dan kedepannya,

“Skema Otsus adalah keistimewaaan tersendiri bagi masyarakat Papua, tidak ada yang salah dalam Otsus yang salah adalah amanat yang terkadang disalah gunakan”, Ungkap Mega sebagai kordinator aksi saat menyampaikan Orasinya di depan kantor Kemendagri.

Masa aksi juga menyampaikan tuntutan kepada pemerintah pusat agar Otsus Papua Jilid II dilanjutkan, karena penting untuk perbaikan kesejahteraan ekonomi, kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Papua, serta mendesak kepada pemerintah agar Otsus Papua Jilid II harus diawasi dan dievaluasi untuk mencegah penyalahgunaan anggaran Otsus Papua.

“Tangkap dan adili siapapun kalau terbukti menyalahgunakan anggaran Otsus Papua”, kata Emanuel yang juga Alumni Universitas Cendrawasih saat membacakan tuntutan di depan kantor Kemendagri sore tadi.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua MPN Pemuda Pancasila Wilayah Timur Papua dan Papua Barat (Erik Reba) yang juga putra Papua saat diwawancarai menyampaikan hal yang sama dengan berharap Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat juga harus dilanjutkan, karena demi masa depan Papua itu sendiri.

Masa aksi sebelum membubarkan diri terlihat menyerahkan tuntutan kepada Mendagri melalui perwakilan kemendagri (Ottow Awarawi) yang saat itu keluar menemui masa di depan kantor kemendagri. (tim)

 

Tinggalkan Balasan