Gelar Aksi Damai di Mapolda NTT, Ini Pernyataan Sikap BRIGADE MEO

Kupang, Nusantara3.Com | Anggota dan simpatisan Ormas Brigade Meo melakukan aksi damai di depan MAPOLDA NTT, Selasa (24/11).

Dalam aksinya, kelompok massa yang dikoordinir oleh Swenglee Faley dan Andy Pau ini menyampaikan dukungan terhadap Polri untuk mengusut kasus yang pernah menjerat Habib Risieq Shihab (HRS) serta meminta agar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan dari Indonesia.

Ketua Brigade Meo Kota Kupang Andy Pau saat dihubungi via Whatshaap menyatakan Brigade Meo bersama masyarakat NTT menolak keras segala tindakan yang dilakukan oleh HRS dan FPI karena telah merusak persatuan bangsa. Lima orang orator menyampaikan orasinya di depan anggota Polda NTT yang sedang berjaga-jaga.

Di akhir aksi, Swenglee Faley membacakan Pernyataan Sikap Brigade Meo terhadap HRS dan FPI, berikut 6 poin Pernyataan Sikap Brigade Meo yang diterima redaksi Nusantara3 :
1. Habib Rizieq Shihab adalah pelaku pelanggaran hukum yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam beberapa kasus yang seharusnya segera ditahan dan diproses sesuai hukum yang berlaku di negeri ini.
2. Bahwa aksi massa yang melakukan penyambutan HRS telah melakukan pengrusakan berbagai fasilitas pemerintah di Bandara Soeta dan juga secara nyata telah melanggar protokol kesehatan di masa pandemi covod-19. Sudah seharusnya para koordinator ditangkap dan diproses secara hukum.
3. Kami mendukung dan menuntut pemerintah untuk segera membubarkan FPI yang telah melakukan begitu banyak pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat.
4. Kami mendukung sepenuhnya Presiden RI, Kapolri dan Panglima TNI serta jajarannya agar menegakkan wibawa pemerintah dan hukum di negara ini agar tidak diinjak-injak oleh oknum yang ingin merubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
5. Bahwa berdasarkan amanat konstitusi, seluruh warga negara berkedudukan sama dan setara di mata hukum, untuk itu kami menuntut agar proses hukum ditegakkan dengan seadil-adilnya bagi setiap pelanggar hukum di Indonesia, termasuk oknum Muhammad Rizieq Shihab.
6. Kami menuntut Presiden RI, Panglima TNI dan Kapolri serta jajarannya memastikan stabilitas Panca Gatra demi tetapnya tegaknya Polri.

Pernyataan sikap massa aksi damai diserahkan ke Kapolda NTT namun karena Kapolda tidak berada di tempat maka pernyataan sikap diserahkan kepada salah satu Perwira yang sedang melakukan piket saat itu.

Berdasarkan pantauan langsung media ini, Terlihat peserta aksi damai membawa beberapa spanduk yang bertuliskan “Sekarang sudah ada orang Arab coba-coba atur bangsa kita”, “Polri Kita bersamamu, Tangkap Rizieq”, “Bubarkan FPI”, “Polri jangan kalah dari Nikita Mirzani”, dan sebuah baliho bergambar HRS dengan tulisan ”Provokator Perusak Bangsa”.(Ape)

Tinggalkan Balasan