HUT GMIT KE 73 : Kado Pahit Sinode GMIT Bagi Jemaat Kalvari Fenun

KUPANG, NUSANTARA3.COM | Pemandangan tak biasa terjadi di GMIT Kalvari Fenun, saat merayakan HUT GMIT di saat yang sama pula terjadi Serah Terima Pendeta yang awalnya dari Kalvari Fenun berpindah ke Jemaat Getsemani Otan. Kekecewaan terlihat dari wajah jemaat saat harus menerima pendeta tamu untuk memimpin di Gerejanya hari ini (31/10/2020).

Ketua Panitia Hari Raya Alfred Mata saat dihubungi via telepon mengatakan, Ibadah reformasi GMIT di Jemaat Kalvari Venun tahun 2020 sangat berbeda karena di saat yang sama pula Pendeta dipindahkan ke Getsemani Otan dan hal tersebut dianggap sebagai cobaan sehingga Jemaat Kalvari berharap agar Sinode GMIT dapat lebih lagi mengutamakan kepentingan pelayanan jemaat.

“Ibadah kali ini merupakan hal berbeda bagi jemaat kami karena di saat yang sama pula Pendeta kami dipindahkan ke Getsemani Otan” lanjutnya “meski demikian kami menganggap ini sebagai cobaan bagi iman kami, seraya berharap di hari ulangtahunnya ini Sinode GMIT dapat lebih lagi mengutamakan kepentingan pelayanan jemaat,” Tegas Alfred.

Dijelaskan pula bahwa umpatan kekecewaan keluar dari mulut beberapa jemaat yang menyayangkan sikap Sinode GMIT yang terkesan mengabaikan persekutuan jemaat. Ibadah HUT GMIT di Jemaat Kalvari dipimpin oleh Pdt. Daniel Nalle, S.Th.

Alfred menjelaskan, polemik pemindahan Pdt. Asyeria Daulima dari Jemaat Kalvari Fenun ke Getsemani Otan menuai protes keras dari Jemaat Kalvari Fenun karena dinilai tidak prosedural dan terkesan terburu-buru. Pdt Asyeria Daulima, S.Th telah empat tahun delapan bulan menjadi ketua majelis Jemaat di Kalvari Fenun dan periode keduanya ini baru dijalani delapan bulan. Jemaat Kalvari telah melakukan lima kali protes ke Sinode GMIT serta telah 3 kali melakukan pertemuan dengan Majelis Sinode GMIT namun tepat di hari ulang tahunnya yang ke-73 jemaat dihadiahi SK pemindahan Pendetanya.

Ia menambahkan, Surat protes terakhir yang ditandatangani oleh hampir seluruh jemaat Kalvari menyatakan dengan keras 4 poin, diantaranya;
1. Meminta Sinode agar meninjau kembali pemindahan Pdt. Asyeria Daulima, S.Th.
2. Jika tidak diindahkan maka jemaat akan lakukan aksi damai di Sinode GMIT.
3. Mengundang Pendeta dari Denominasi lain untuk memimpin ibadah di Jemaat Kalvari Venun.
4. Tidak akan menerima Pendeta pengganti Asyeria Daulima di JemaaT Kalvari Fenun sampai masa jabatannya selesai pada tahun 2023.

Majelis Sinode Harian dalam pertemuan dengan majelis jemaat kalvari mengungkapkan pemindahan ini dilakukan karena pdt. Asyeria mesti mengikuti istrinya yang baru saja ditahbiskan dan ditempatkan di Semau. (*)

Tinggalkan Balasan