SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN DI DESA SOPO, HILDA MANAFE : PENDIDIKAN KESADARAN DAN KARAKTER TANGGUNGJAWAB BERSAMA

So’E, Nusantara3.Com | Hilda Manafe, anggota DPD-RI, melakukan kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Sopo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Jumat (18/09) Siang.

Hilda Manafe mengatakan, sosialisasi tersebut adalah kegiatannya dalam kapasitas sebagai anggota MPR-RI dalam rangka menyegarkan pengetahuan/ingatan masyarakat sekaligus membumikan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan.

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dipandu oleh Stefanus Mira Mangngi dan melibatkan 2 narasumber lainnya diikuti oleh masyarakat umum termasuk pemuda/i, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan pemerintah desa. Kegiatan diawali dengan penyerahan simbolik materi 4 Pilar Kebangsaan kepada 4 orang peserta mewakili tokoh masyarakat, perempuan, pemuda dan pemudi.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini berlangsung dengan meriah dan penuh semangat karena sebelum paparan meterinya, Hilda Manafe membuka kuiz berhadiah dengan pertanyaan-pertanyaan seputar materi 4 Pilar Kebangsaan.

Empat pilar kebangsaan sesungguhnya bukan hal baru karena isinya adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika. Sejak jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi kita selalu belajar atau diajarkan tentang hal ini. Namun diera reformasi terjadi banyak perubaan terkait isi, tafsir dan penerapan 4 Pilar kebangsaan ini, terutama UUD 1945 karena telah mengalami amandemen atau perubahan beberapa kali. Selain itu tantangan yang kita hadapi sebagai bangsa semakin hari semakin kompleks dan mengancam kedaulatan dan persatuan kita sebagai bangsa Indonesia kata Hilda Manafe.

Dalam paparan materi sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Senator Hilda Manafe mengatakan bahwa tantangan kebangsaan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tidak saja berasal dari luar, melainkan juga dalam negeri karenanya selain pengetahuan dan kesadaran warga negara terkait 4 Pilar Kebangsaan, dibutuhkan juga pendidikan karakter. Ini harus menjadi tanggungjawab bersama mulai dari orang tua, masyarakat di lingkungan tempat tinggal, sekolah/guru, lembaga agama dan pemerintah.

“Misalnya saat menghadapi Covid-19 saat ini, tentunya banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Ini harus menjadi perhatian dan kepedulian bersama. Kita semua harus ambil bagian turut membantu secara bergotong royong meringankan beban saudara kita dengan kemampuan yang kita miliki. Kita juga harus terus saling menjaga agar tidak ada anak atau saudara atau tetangga kita yang terhasut oleh paham-paham radikal, berita HOAX, ataupun sikap-sikap intoleran”, Tutup Hilda Manafe.

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini ditutup dengan pembagian materi 4 pilar kebangsaan kepada peserta dan photo bersama.(Sandro)

Tinggalkan Balasan