Sempat Viral Dikunjungi Bupati Maret 2020 Pekan Lalu, Kondisi Nenek Ruth Tak Ada Perubahan

SoE, Nusantara3.Com | Sempat viral di dunia maya, media masa cetak, dan elektronik nenek Ruth Tafui (60) warga RT 08 RW 05 Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan di kunjungi Bupati Egusem Piter Tahun, ST, MM bulan maret 2020 pekan lalu dan ada janji bupati untuk mengubah nasib dan kondisi nenek Ruth Tafui dengan bantuan rumah layak huni namun hingga akhir tahun 2020 pun nenek Ruth belum mendapat bantuan dan kondisi nenek lebih parah lagi. Demikian hal ini disampaikan langsung nenek Ruth Tafui di dampingi tetangganya Agustinus Aty ketika di temui wartawan minggu, (11/09) kemarin siang.

Dikediamannya Ia menyatakan bahwa dirinya pernah di kunjungi Bupati TTS Egusem Piter Tahun.ST.MM bersama rombongan bulan maret 2020 lalu dengan membawa sejumlah bingkisan sembako, pakaian dan berjanji untuk memberikan bantuan rumah layak huni. “Kami pernah dikunjungi maret 2020 lalu. Kami dikasih sembako, pakaian dan ada janji kami untuk kasih bantuan rumah layak huni”, Katanya.

Dijelaskan lebih jauh nenek Ruth dan tetangganya, jika lokasi pemukiman yang mereka huni sudah 25 tahun itu merupakan lokasi kawasan hutan , namun bupati berjanji akan menyiapkan lahan dan bantuan rumah layak huni kepada nenek Ruth dan tetangganya lantaran rumah yang di huni nenek Ruth tak layak huni karena nyaris rubuh.

Disaksikan wartawan nenek Ruth Tafui tinggal dengan dua orang cucu di gubuk reok yang nyaris robuh , kehidupan nenek Ruth dan dua cucunya bergantung kepada hasil kerja kebun dan hasil menjual kayu api setiap hari di tetangga ,sempat di wawancara wartawah lebih jauh sembari menangis nenek Ruth mengaku jika satu kali jual kayu api satu ikat Rp.5.000 namun lebih banyak di kasihani tetangga sehingga terkadang kayu api di tukar dengan beras, sementara uang yang di dapat di simpan untuk kebutuhan dua cucunya di sekolah termasuk untuk beli garam dan minyak tanah.

Terpisah Kades Noinbila kecamatan mollo selatan Martince Ufi Loasana ketika di temui wartawan di kediamannya minggu 11/09 kemarin sore, Kades membantah jika dirinya tidak pernah tahu kalau ada kunjungan bupati terhadap warganya nenek Ruth Tafui. Dirinya baru tahu ketika beberapa waktu lalu tiba-tiba didatangi seorang ASN dari salah satu dinas di lingkup pemda timor tengah selatan kemudian di sodorkan satu jepitan dokumen SPPD untuk di tandatangani dengan topik dokumen SPPD baru dirinya tahu kalau ada kunjungan bupati ke warganya nenek Ruth Tafui yang tinggal di dalam kawasan hutan.

“Saya baru tahu kalau ada kunjungan Bupati setelah saya di kasih SPPD untuk tanda tangan dan cap oleh seorang pegawai tidak tahu dari dinas mana, sementara untuk nenek Ruth kami sudah data dan berencana untuk bantu dari dana desa namun persoalan status tanah yang di huni itu milik kehutanan kawasan hutan sehingga kami takut dan tidak berani kasih bantuan”, Jelasnya.

Ia menambahkan, Untuk bantuan rumah tahun anggaran 2020 tidak ada karena dana terserap habis ke biaya covid 19, sehingga untuk program pos bantuan lain akan direncanakan ke tahun 2021 jika persoalan covid19 dinyatakan sudah tidak ada.(Rychs)

Tinggalkan Balasan