1 Paslon Kepala Daerah Tunda Pemeriksaan Urin dan Narkoba, Ini Penjelasan Kepala BNN TTT

Kupang, Nusantara3.Com | Proses pemeriksaan kesehatan paslon (cabup dan cawabup ) dari 9 kabupaten untuk Pilkada 2020 selesai pada Rabu, 09/09/2020.
“Terdata dari 9 kabupaten ikut pemeriksaan, diikuti oleh 22 paslon dari 27 pasangan calon 55 orang di BNNP NTT, minus 1 paslon dari Ngada yang sesuai surat pemberitahuan daru KPU Ngada terindikasi Covid-19.” Demikian dijelaskan oleh Kepala BNNP Provinsi NTT Brigjen Pol Teguh Imam Wahyudi kepada awak media dalam Press Release di aula BNNP NTT pada (Kamis,.10/09/2020).
Imam Wahyudi lebih lanjut menjelaskan paslon yang mengikuti pemeriksaan kesehatan antara lain, dari Sabu Raijuan sebanyak 3 paslon, Manggarai Barat sebanyak 4 paslon, Manggarai sebanyak 2 paslon, Ngada sebanyak 5 paslon, Sumba Timur sebanyak 3 paslon, Sumba Barat sebanyak 3 paslon, TTU sebanyak 3 paslon, Belu sebanyak 2 paslon dan Malaka sebanyak 2 paslon.
“Yang tidak hadir atau ditunda pemeriksaan. bebas narkoba adalah 1 calon wakil Bupati dari Kabupaten Ngada (KR) dan calon bupati (ED).” Jelas Wahyudi.
Sedangkan pada 7 Septrmber 2020, lanjut Wahyudi sudah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 1 paslon dari Sumba Timur, dan pada 8 September dilanjutkan pemeriksaan kesehatan bagi 8 paslon yaitu : dari Sabu Raijua sebanyak 3 paslon, kabupaten Manggarai Barat sebanyak 4 paslon, Ngada sebanyak 2 paslon, Sumba Timur 2 paslon, Sumba Barat 4 paslon, TTU 3 paslon dan Belu 1 paslon.
Pada 9 September pemeriksaaan dilalanjutkan bagi 7 paslon, Manggarai 2 paslon, Ngada 2 paslon, Belu 1 paslon, dan Malaka 2 paslon.
“Hasilnya akan disampaikan pada pleno di KPU provinsi pada Sabtu, 12 September 2020.” Ujarnya menjelaskan.
Menurut Wahyudi 1 paslon yang tidak ikut karena hasil pemeriksaan kesehehatan, paslon tersebut terindikasi covid 19 yaitu dari Kabupaten angada ditunda pemeriksaannya sesuai jadwal dan kebijakan KPU Kabupaten Ngada dan KPU Provinsi NTT.
Teknik pemeriksaan adalah rapid tes, tes urin, namerik meter dan wawancara klinis menggunakan instrumen asis.
Hal-hal pemeriksaan adalah meliputi kandungan zat-zat yang dikategorikan Narkotika dan zat aditif lainnya, alkohol, smoking dan substing screaning tes dalam darah dan urin paslon dalam kadar sesuai standart yang dianjurkan.
“Pengguna alkohol dan rokok dalam kadar tertentu dimasukkan dalam resiko penggunaan zat psikotropika.” Jelas Wahyudi.
Imam Wahyudi berharap agar media ikut mengawasi semua proses agar Pilkada berjalan dengan benar.

Tinggalkan Balasan