Gladi Kotor dan Pelantikan Perangkat Desa Bone Amanuban Tengah Tertunda, Ada Permainan Kotor KADES

So’E, Nusantara3.Com | Gladi kotor pelantikan perangkat Desa Bone Amanuban Tengah tertunda hingga sekarang karena ada permainan kotor dari Kepala Desa Nehemia Tunu. Demikian hal ini disampaikan Apris Benu, salah satu peserta seleksi, Senin (31/08).
“Tepat 24 Agustus 2020 Pemerintah Desa Bone Amanuban Tengah harusnya mengadakan gladi kotor pelantikan perangkat desa untuk pelantikan yang akan dilaksanakan tanggal 26 Agustus tetapi kegiatan itu ditunda karena ternyata ada permainan kotor dari Kepala Desa”, Katanya.

Ia Menjelaskan, Dirinya bersama Yudita Lenama salah seorang calon perangkat kewilayahan yang sudah dinyatakan lulus tidak mendapatkan informasi tentang adanya gladi kotor tersebut.

“Pemerintah Desa Bone hendak lakukan gladi kotor pada tanggal 24 Agustus 2020 bersama teman-teman kami yang lain di kantor desa untuk pelantikan yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 26 kemarin tapi anehnya saya dengan Ibu Yudita Lenama yang juga sudah dinyatakan lulus tidak dapat informasi untuk gladi kotor”, Kata Apris.

Apris menambahkan, Setelah melakukan konfirmasi di tingkat kecamatan ternyata nama dirinya dan Yudita yang sudah lulus seleksi perangkat desa sudah digantikan dengan nama peserta lain yang pada penetapan kelulusan peringkatnya berada diperingkat bawah. Sesuai pengumuman hasil seleksi perangkat desa dari Tim Seleksi Kabupaten dirinya meraih peringkat 2 perangkat desa (Kaur) dengan total nilai 115, sedangkan Yudita Lenama meraih peringkat 1 perangkat kewilayahan (Dusun) dengan nilai 69.

“Kami sudah konfirmasi dengan tim seleksi tingkat kecamatan tapi ternyata nama kami diganti dengan nama peserta lain yang sebenarnya nilai mereka ada di peringkat bawah karena sesuai hasil tes dari tingkat Kabupaten saya ada di urutan dua untuk posisi Perangkat Desa (Kaur) dengan total nilai 115 dan Ibu Yudita urutan satu untuk posisi Perangkat Kewilayahan (Dusun) dengan total nilai 69”, Tambahnya.

Salah seorang Penyelenggara Pemerintah Desa Bone yang enggan menyebutkan namanya saat dihubungi via telepon membenarkan bahwa penundaan gladi kotor dan acara pelantikan disebabkan karena adanya permainan kotor pada hasil seleksi perangkat Desa Bone dengan adanya pergantian posisi peserta oleh Kepala Desa yang menyalahi aturan. Dilanjutkan, Peserta seleksi yang menggantikan nama Apris Benu sebagai Perangkat Desa (Kaur) adalah Tirsa Tunu yang dalam hasil seleksi berada di peringkat 7 dengan total nilai 85 yang juga merupakan keponakan kandung dari Kepala Desa Bone. Sedangkan posisi Yudita Lenama sebagai Perangkat Kewilayahan (Dusun) digantikan oleh Oris J Tunu yang dalam hasil seleksi berada di peringkat 3 dengan total nilai 60.

Hingga berita ini diturunkan, nomor telepon genggam Kepala Desa Bone dan Camat Amanuban Tengah tidak bisa dihubungi.(TIM)

Tinggalkan Balasan