Semua Kalangan Harus Lihat Papua Dengan Hati

Konstelasi politik di tanah Papua dan Papua barat kian memanas seiring dengan perbedaan pandangan dari kalangan elit politik, mahasiswa, kelompok sosial dan pemerhati, terkait penolakan dan mendukung otsus jilid II di daeah matahari terbit itu. 

Pemerintah Indonesia, dan kelompok-kelompok lain yang ikut memperjuangkan tanah papua diminta agar lebih jernih melihat Papua dalam kacamata yang obyektif untuk rakyat Papua kedepannya.

Misalkan saja, kelompok aktivis Papua yang tergabung dalam Intelektual Muda Papua dan Papua Barat pada senin, (18/08), para aktivis menilai meskipun sebagian kelompok menolak, tetapi lebih banyak yang mendukung karena upaya pemerintah ini telah dirasakan oleh rakyat Papua maupun Papua Barat.

Hadir pada saat itu untuk menandatangani kesepakatan bersama, Henci Danyelo Lee Hamberi, Aktivis Muda Serui, Arman Asso, Ketua DPP KNPI Asal Wamena, Isay Wenda, Aktivis asal Lanny Jaya, Muli Yasir Kaninggai, Aktivis FAK-FAK, Abdul Rahman.M.Werfete, Ex Ketua IMAPA UI dan Malkin Kosepa selaku Ketua HimaBin SeJabodetabek.

Berikut ini point sikap Intelektual Muda Papua-Papua Barat;

  1. Mendukung respon positif pemerintah dalam upaya melanjutkan otsus jilid II
  2. Mendorong pemerintah pusat dan provinsi serta daerah untuk saling berkordinasisatu sama lain untuk merumuskan otsus papua jilid II sehingga terwujudnya regulasi yang bijak untuk masyarakat papua.
  3. Kami IMP-PB Siap mengawal dana otsus jilid II yang digelontori pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, sebagai upaya evaluasi otsus jilid pertama yang kami nyatakan masih kurang dalam segi pengawalannya.
  4. Mengajak masyarakat papua agar kiranya pandai dan bijak dalam membaca kebijakan untuk otsus papua jilid II dan tidak terprovokasi oleh oknum manapun yang ingin memanfaatkan segala bentuk kepentingan yang muncul di papua.
  5. Segala bentuk regulasi untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat papua harus benarbenar disuarakan dan didengar dengan baik terkhususnya dibidang pendidikan sebagai salah satu upaya peningkatan SDM ditanah papua.

Sementara itu, pantauan media pada hari ini, Selasa 18 Agustus 2020, sekitar pukul 12.55 Wib, juga berlangsung aksi Unras didepan Istana Merdeka bertempat di Taman Pandang Monas, dari Aliansi Mahasiswa Papua Barat (AMPB), jumlah 30 orang, pimpinan Rajid Patiran.

Dalam orasi itu mendukung Otonomi Khusus  (Otsus) Papua yang ditulis pada spanduk,  Tangkap Mavia Otsus, Lanjutkan Otsus Revisi  UU Otsus, Mendukung Otsus II dan mendorong Perpes Otsus Papua Barat. Aksi itu juga berlangsung terpantau kondusif dan aman. (tim)

Tinggalkan Balasan