Karang Taruna Adisucipto Penfui Gotong Royong Bersama Warga Nasipanaf Swadaya Perbaiki Jalan

KUPANG, Nusantara3.Com | Warga Nasipanaf, kelurahan Penfui akhirnya secara swadaya memperbaiki jalan yang sudah bertahun-bertahun dalam kondisi rusak berat.

Dibantu Karang Taruna Adisucipto, warga antusias mengerjakan jalan karena mereka mengaku kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang tak responsif dengan keluhan yang disampaikan.

Sementara jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk. Apalagi di wilayah Nasipanaf ada dua sekolah tinggi (Stikes Maranatha dan Stikum).

Hasan Mansyur selaku koordinator lapangan mengaku kerusakan jalan menuju wilayah Nasipanaf sudah cukup lama.

Wilayah Nasipanaf kata Hasan, merupakan wilayah perbatasan antara pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Sehingga masih terjadi silang pendapat tentang tanggung jawab terhadap pengerjaan jalan tersebut.

“Kami sudah pernah melakukan audiens dengan pemerintah Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan juga Pemerintah Provinsi. Tapi jawaban yang kami dapat nanti akan dikerjakan. Kami sudah lama menunggu tapi tak pernah datang juga janji itu,” kata Hasan Mansyur yang juga ketua LPM terpilih kelurahan Penfui.

Karena itulah pihaknya berinisiatif memperbaiki sendiri dengan swadaya murni warga dibantu para donatur yang prihatin dengan kondisi jalan dengan melakukan rabat beton.

“Kalau menunggu respons pemerintah, kami sudah lelah. Untuk membangun jalan 300 meter x 4 meter dibutuhkan dana kurang lebih Rp 70 juta. Dan kami berani memulai dengan dana awal dari swadaya murni masyarakat Rp 10 juta,” ungkap Hasan.

Dia menyebut dengan segala kemampuan yang dimiliki warga masyarakat akan tetap gotong rotong mengerjakan jalan ini hingga tuntas.

“Ada 4 hal yang kami harapkan, pertama bantu kami dengan material sesuai kemampuan. Kedua bantu dengan tenaga dan pikiran. Buktinya hari ini Karang Taruna turunkan personil begitu banyak. Yang ketiga bantuan doa dan keempat kalau tidak setuju atau sinis cukup bantu untuk diam. Jangan provokasi supaya pekerjaan ini tidak berjalan karena ini dari kami untuk kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Adisucipto Penfui mengatakan hal ini dilakukan karena merupakan wujud tanggungjawab orang muda yang harus memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan daerah dan pelayanan kemasyarakat.

“Kita generasi pemuda sebagai agen perubahan yang harus mampu memyebarkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” kata Tapobali.

Menurut Tapobali sudah bukan saatnya lagi Karang taruna hanya sebagai pelengkap tapi harus menjadi penggerak pembangunan dalam kelurahan dengan tetap bersinergi dengan berbagai program pemerintah dalam setiap tingkatan.

“Kita tidak bisa pungkiri bahwa begitu banyak stigma negatif yang disematkan kepada kita sebagai orang muda baik oleh orang diluar maupun orang NTT Sendiri. Stigma tentang kemiskinan dan ketertinggalan seperti daki yang sulit untuk dibersihkan. Kondisi ini terus berlangsung dari satu pemimpin ke pemimpin yang lain. Sadar atau tidak orang-orang muda turut berperan dalam menciptakan stigma negative tentang daerah ini,” tandasnya.

Karang Taruna Adisucipto di Kelurahan Penfui, kata Tapobali, tidak boleh terjebak menjadi penghasut apalagi menjadi pencemooh terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di Kota Kupang.

“Karang Taruna Adi Sucipto harus memiliki tanggungjawab moral tanpa menuduh pihak lain sebagai Pilatus apalagi Barabas,” tandasnya.(SB)

Tinggalkan Balasan